Pendidikan Sebagai Sistem

Pengertian Sistem


Pendidikan Sebagai Sistem

Istilah sistem berasal dari bahasa yunani “systema” yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.


Beberapa definisi sitem menurut ahli:

  • Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin, 1992:10)

  • Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. (Tatang Amirin, 1992:10) 

  • Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11) 

  • Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen atau unsusr-unsur sebagai sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak secara acak yang salaing membantu untuk mencapi suatu hasil (Product). Contoh tubuh manusia merupakan satu jaringan daging, otak, urat-urat, dll yang komponen mempunyai fungsi masing-masing yang satu dengan yang lain satu sama lain saling berkaitan sehingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Menurut Zahara Idris,1987) 



    Komponen dan Hubungan antar Komponen dalam Sistem Pendidikan.



    Agar terlaksana masing - masing fungsi yang menunjang usaha pencapaian tujuan, di dalam suatu sistem diperlukan bagian - bagian yang akan melaksanakan fungsi tersebut. Bagian suatu sistem yang melaksanakan fungsi untuk menunjang usaha mencapai tujuan sistem disebut komponen. Dengan demikian, jelaslah bahwa sistem itu terdiri atas komponen - komponen dan masing - masing komponen itu mempunyai fungsi khusus.



    Semua komponen dalam sistem pembelajaran haruslah saling berhubungan satu sama lain. Sebagai misal dalam proses pembelajaran di sajikan penyampaian pesan melalui media, maka diperlukan adanya aliran listrik untuk membantu memberikansinar. Jika aliran listrik tidak berfungsi, akan menimbulkan kesulitan bagi guru dalam melangsungkan pembelajaran. Dengan dasar inilah, pendekatan sistem dalam pembelajaran memerlukan lubungan antara komponen yang satu dengan lainnya.


    Penggabungan yang menimbulkan keterpaduan yang menyatakan bahwa suatu keseluruhan itu mempunyai nilai atau kemampuan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jumlah bagian-bagian. Dalam kaitan dengan kegiatan pembelajaran, para guru sebaiknya berusaha menjalin keterpaduan antara sesama guru, antar guru dengan siswa, atau antar materi,guru, media, dan siswa. Sebab apalah artinya materi yang disiapkan kalau tidak ada siswa yang menerima. Demikian juga sebaliknya.


    Di depan dikatakan bahwa komponen adalah bagian dari system yang melaksanakan fungsi untuk menunjang usaha mencapai tujuan system. Karena pendidikan di katakana sebagai system maka komponen-komponen pendidikan itu meliputi peserta didik, pendidik, materi pendidikan, alat dan metode, lingkungan pendidikan dan lain-lain yang menunjang usaha mencapai tujuan system.


    Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru), output (tamatan), instrumental input (guru, kurikulum), environmental input (budaya, kependudukan, politik dan keamanan).


    Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem


    Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politik masing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya.


    Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.


    1. Cara memandang sistem

      Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.

    2. Masalah berjenjang


      Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatif maslah, dan latar belakang masalah.

    3. Analisis sitem pendidikan


      Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.

    4. Saling hubungan antarkomponen


      Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain.

    5. Hubungan sitem dengan suprasistem


      Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. Hal ini wajar, oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan, sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan.


    Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan



    Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah:
    • Pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Masing-masing saling mengisis.
    • Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik.
    • Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan, sebab pendidikan membentuk wadah, sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah.
    • Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem.
    • Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran, kursus-kursus, dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar, sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan.

    Pendidikan formal, non-formal, dan informal sebagai sebuah sistem.



    Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan, berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku, misalnya SD,SMP,SMA, dan PT. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal.Lembaga Pendidikan Formal


    Lembaga Pendidikan Formal


    1. Arti Sekolah


      Membahas masalah sekolah sebagai lembaga pendidikan formal perlu mi dikatakan formal karena diadakan di sekolah/ tempat tertentu, teratur sistematis, mempunyai jenjang dan dalam kurun waktu tertentu, serta berlangsung mulai dari TK sampai PT, berdasarkan aturan resmi yang telah ditetapkan mengikuti peraturan pemerintah atau undang-undang.


      Pada umumnya lembaga formal adalah tempat yang paling seseorang meningkatkan pengetahuan, dan paling mudah membina generasi muda yang dilaksanakan oleh pemerintah dan varakai.


    2. Oleh karena itu apa sebetulnya sekolah itu ?


      Sekolah adalah lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi dan segala nya direncanakan dengan sengaja yang disebut kurikulum. Membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengaja, dan memperdalam / memperluas, tingkah laku anak / peserta yang di bawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat.


      Mengembangkan kepribadian peserta didik lewat kurikulum agar :
      • Peserta didik dapat bergaul dengan guru, karyawan dengan temannya sendiri dan masyarakat sekitar.
      • Peserta didik belajar taat kepada peraturan / tahu disiplin.
      • Memoersiapkan peserta didik terjun di masyarakat berdasarkan norma - norma yang berlaku.


    3. Jenjang lembaga pendidikan formal yaitu :

      • Pendidikan dasar : TK & SD
      • Pendidikan menengah : SMP, MTs, SMA, SMK
      • Pendidikan Tinggi


    4. Jenis lembaga pendidikan formal:

      • Umum meliputi : TK, SD, SMTP & SMTA
      • Kejuruan meliputi : Pertanian : MTP Jasa , SPK Kejuruan : SMEA , Teknik Industri : STM, Kerumah tanggaan : SMKK, SPK, SAA & SMPS


    5. Tujuan pengadaan lembaga pendidikan formal :

      • Tempat sumber ilmu pengetahuan
      • Tempat untuk mengembangkan bangsa
      • Tempat untuk menguatkan masyarakat bahwa pendidikan itu penting guna bekal kehidupan di nasyarakat sehingga siap pakai.

    Di dalam pendidikan formal terdapat tujuan yakni tempat menguatkan maasyarakat bahwa pendidikan itu penting guna bekal kehidupan di masyarakat sehingga siap pakai. Maksudnya bahwa orang yang tidak sama, orang yang berpendidikan lebih siap pakai di masyarakat dari pada orang yang tidak berpendidikan.


    Lembaga Pendidikan Non Formal


    Lembaga pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah (PLS) ialah semua bentuk pendidikan yang di selenggarakan dengan sengaja, tertib, dan berencana, diluar kegiatan persekolahan. Komponen yang di perlukan harus disesuaikan dengan keadaan anak / peserta didik agar memperoleh hasil yang memuaskan, antara lain :

    • Guru atau tenaga pengajar atau pembimbing atau tutor
    • Fasilitas
    • Cara menyampaikan atau metode
    • Waktu yang dipergunakan


    Siapakah yang menjadi Raw Inputnya ?


    • Penduduk usia sekolah yang tidak sempa masuk sekola /pendidikan formal atau orang dewasa yang menginginkannya. Mereka yang drop out dari sekolah / pendidikan formal baik dari segala jenjang pendidikan. Mereka yang telah bekerja tetapi masih ingin mempunyai keterampilan tertentu.
    • Mereka yang telah lulus satu tingkat jenjang pendidikan formal tertentu letapi tidak dapat meneruskan lagi.


    Dilihat dari raw input di atas pendekatan pendidikan non formal bersifat dan praktis serta berpandangan luas dan berintregrasi satu sama akhirnya bagi yang berkeinginan dapat mengikutinya dengan bebas juga berikat dengan peraturan tertentu.

    Menurut surat keputusan menteri Dep. Dik. Bud nomor : 079/0/1975. Tanggal I7 April 1975, bidang pendidikan non formal meliputi:

    • Pendidikan masyarakat
    • Keolah ragaan
    • Pembinaan generasi muda

    Oleh kerena ketiganya ini mempunyai fungsi dan tugas untuk mengemban pendidikan yang dapat diperinci sebagai berikut:

    1. Fungsi dan tugas pendidikan masyarakat:


      • Membina program kegiatan dan kurikulum latihan masyarakat.
      • Mengurus dan membina tenaga teknis pendidikan masyarakat.
      • Mengurus dan membina sarana pendidikan masyarakat.
      • Menyusun program kegiatan dan memberi petunjuk serta pengarahan kepada orang yang bergerak dibidang masyarakat.
      • Mengendalikan dan menilai tenaga teknis serta menggunakan saran sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
      • Membimbing dan mengendalikan kegiatan usaha di bidang pendidikan masyarakat.


    2. Fungsi dan tugas keolahragaan:


      • Membina program olah raga dengan kurikulum pendidikan luar sekolah.
      • Mengurus tenaga tehnisnya dan sarana prasarananya.
      • Contoh Lembaga Yang Terkait Dengan Pendidikan non Formal:


    3. Pendidikan masyarakat:


      • PLPM ( Pusat Latihan Pendidikan Masyarakat)
      • PKK Remaja
      • Perpustkaan Masyarakat
      • Kursus Penyelenggaraan Swasta


    4. Keolahragaan


    5. Pembinaan Generasi Muda


      • Pramuka dengan organisasinya dari Kwarca sampai dengan Gugus depan
      • OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Organisasi ini berkaitan dengan tugas demi lancarnya suatu sekolah / pendidikan formal jenjang menengah.
      • BAKOPAR (Badan Koordinasi Pembinaan Remaja)

    Lembaga Pendidikan In Formal


    Pendidikan in formal ini terutam berlangsung di tengah keluarga Namun mungkin juga berlangsung di lingkungan sekitar keluarga tertentu , pcrusahaan, pasar, terminal dan lain - lain yang berlangsung setiap hari tanpa ada batas waktu.


    Kegiatan pendidikan ini tanpa suatu organisasi yang ketat tanpa adanya program waktu, (tak terbatas), dan tanpa adanya evaluasi. Adapun alasannya diatas pendidikan in formal ini tetap memberikan pengaruh kuat terhadap pembentukan pribadi seseorang / peserta didik.


    Pendidikan ini dapat berlangsung di luar sekolah, misalnya di dalam atau masyarakat, tetapi juga dapat pada saat di dalam suasana formal / sekolah, misalnya saja waktu istirahat sekolah, waktu di kantin, atau pada waktu saat pemberian pelajaran tentang keadaan guru mengajar, atausaat guru memberikan tindakan tertentu kepada anak.


    Pendidikan informal ini mempunyai tujuan tertentu, khususnya untuk keluarga / rumah tangga, lingkungan desa, lingkungan adat. Contohnya keluaga, keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum kawin merupakan sebuah lembaga pendidikan, dimana ayah ibu sebagai pendidik dan anak sebagap peseta didik. Orang tua pemegang peranan penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Maka orang tua sebagai peletak dasar-dasar pandangan hidup dn pembentuk pribadi anak-anaknya.


    Dalam keluarga anak menerima pengalaman pertama dalam menghadapi sesamanya atau bergaul antar manusia dan dalam menghadapi dunia sekitarnya. Hal itu sebagai hasil dari pendidikan orang tuanya, bagaimanapun keadaan kehidupan orang tua.


    Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal, nonformal, dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan.

    4 komentar

    Nice Infor gan :)
    Blog agan sudah saya follow,
    di tunggu follow back + like nya ya gan

    http://www.frans.co/2013/03/mau-bikin-website-hosting-murah-abizz.html

    thanks dah mampir gan....
    sip gan, langsung ke tkp

    Pendidikan formal dan non formal dan informal sangat dominan untuk membentuk karakter seseorang setelah menjadi dewasa kelak

    iya sob, dari dunia pendidikan akan membentuk karakter generasi mudah..

    Silahkan berikan komentar Anda jika ada hal yang kurang dipahami dengan topik yang telah Anda baca. Biasakan berkomentar dengan:
    1. Berkomentar Dengan Sopan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
    2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar.
    3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan.
    4. Berilah Informasi, Jika ada script/link yang Sudah tidak berfungsi/mati.
    5. komentar Jorok/Kasar/SARA/PORNO/saya anggap sebagai SPAM.